Wednesday, 16 December 2009

Belajar Cara Konfigurasi Switch


Switch adalah perangkat jaringan yang bekerja pada Layer 2 OSI (data link) yang berfungsi sebagai titik konsentrasi untuk perangkat-perangkat lain yang terhubung seperti komputer, server, router, hub, dan switch lainnya. Pada awalnya hub adalah perangkat konsentrasi yang menyediakan beberapa port yang mirip dengan switch. Akan tetapi dengan hub seluruh komputer yang terhubung akan berbagi bandwidth bersama (shared-bandwidth) dan collision dapat terjadi. Hub beroperasi secara half-duplex (hanya dapat mengirim atau menerima pada suatu waktu) karena hub harus mampu mendeteksi collision. Switch menyediakan koneksi point-to-point terdedikasi (virtual circuit) antara dua perangkat jaringan (seperti komputer, server, router) sehingga tidak terjadi collision.

Karena switch tidak perlu mendeteksi collision, maka switch dapat beroperasi secara full-duplex (mengirim dan menerima secara simultan) yang akan melipatgandakan throughput-nya. Switch-switch Ethernet tersedia dengan berbagai kecepatan yaitu 10Mbps (standard Ethernet), 100Mbps (Fast Ethernet) and 1000Mbps (Gigabit Ethernet).


Konfigurasi Umum Switch

Penggunaan switch pada jaringan akan membuat jaringan tersebut lebih handal dan terasa lebih cepat. Ada beberapa konfigurasi umum yang dilakukan oleh administrator jaringan, yaitu :

  • Mengganti nama switch
Untuk mengganti nama switch, digunakan perintah hostname, seperti :

Switch>enable
Switch#configure terminal
Switch(config)#hostname ganti
ganti(config)#


  • Membuat password pada switch

Ada dua cara untuk membuat password pada switch, yaitu dengan enable password dan enable secret. Perbedaan pada kedua perintah itu adalah enable password tidak dienkripsi dan enable secret dienkripsi. Contoh konfigurasinya :

ganti(config)#enable password tekkom
ganti(config)#enable secret teknik komputer


jika kedua perintah ini dikonfigurasi pada switch, maka yang akan digunakan sebagai password pada switch adalah perintah enable secret.

  • Mengkonfigurasi interface

Perintah yang digunakan untuk melakukan konfigurasi pada interface yang ada pada switch dengan perintah interface, seperti :

ganti(config)#interface fastEthernet 0/3
ganti(config-if)#


  • Membuat VLAN.
Switch#vlan database
Switch(vlan)#vlan 10 name VLAN1
Switch(vlan)#vlan 20 name VLAN2
Switch(vlan)#vlan 30 name VLAN3
Switch(vlan)#vlan 40 name VLAN4
Switch(vlan)#exit


  • Menentukan port sebagai trunk dan setting enkapsulasinya.
Switch#config terminal
Switch(config)#interface fastethernet 0/12
Switch(config-if)#switchport mode trunk
Switch(config-if)#switchport trunk encapsulation dot1q
Switch(config-if)#exit


  • Menentukan port untuk tiap VLAN dan port access-nya.
Switch(config)#interface fastethernet 0/2
Switch(config-if)#switchport mode access
Switch(config-if)#switchport access vlan 10


  • Memverifikasi pengaturan switch.
Switch#show vlan ==> Lihat semua VLAN yang ada.
Switch#show vlan [number] ==> Lihat VLAN berdasarkan ID.
Switch#show running-config ==> Lihat hasil konfigurasi.

2 comments:

Unknown on 13 April 2015 at 23:29 said...

bagaimana min kalau menentukan ip pada gigabit ethernet dari ip network,, thanks artikelnya min... Keren

Unknown on 15 March 2017 at 20:57 said...

bagaimana kalu saya komen karna terlalu sepi min?

Post a Comment

 

My Friends

Blog Archive